Daisha menghela nafas, lagi. Mungkin itu sudah ke lima puluh dua kali ia menghela nafas. Sungguh saat ini Daisha sedang bosan, bisa juga dibilang sangat-sangat bosan. Dirinya hanya diam duduk di jok motor Daffa sedangkan lelaki itu sibuk mengendarai motornya. Daisha menghela nafas, kali ini lebih panjang dari yang sebelumnya. "Daf, lo tau gak gue sekarang lagi bosan?" tanya Daisha memiringkan kepalanya sedikit untuk melihat Daffa. "Gak tahu." "Ngobrol kek. Apa aja, yang penting gue gak bosan." "Boleh." Ingin rasanya perempuan itu menelan bulat-bulat lelaki yang kini berada didepannya. Lalu melumatnya dan memuntahkanya tepat di tong sampah. Untung saja stok sabar Daisha baru diisi ulang kemarin. Jadi semua itu hanya khayalannya saja. "Kenapa langit warnanya biru. Tahu gak alasannya?"

