Daisha menghirup damai udara pagi ini yang menyegarkan tubuhnya. Ototnya ia renggangkan ke kiri dan ke kanan, ternyata sudah lama dirinya tak berolahraga. Padahal Daisha hanya berlari mengitari taman tapi lihatlah, keringat sudah membanjiri tubuhnya. "Nih, minum dulu." "Makasih, sayang," ucap Daisha tersenyum manis lalu mengambil botol air mineral dari lekaki itu. "Duhh, pacarku ini keringatnya ngalir terus, jadi gak tega," ucap lelaki itu seraya menghapus keringat yang membanjiri pipi Daisha. "Ayok, duduk situ dulu." Daffa memberhentikan kegiatannya mengelap wajah Daisha, tangannya menggengam tangan Daisha membawanya untuk duduk di salah satu bangku taman. Setelah mereka duduk, Daffa kembali menghapus jejak-jejak bulir keringat yang memenuhi wajah Daisha. Sedangkan Daisha masih asik

