DPD-15

1382 Kata

Daisha duduk terdiam diatas ayunan yang bergoyang, mulutnya sedari tadi tidak berhenti berkomat-kamit mengucapkan mantra ajaib. Entah dari mana Daisha dapatkan. Dirinya juga merapalkan doa-doa yang ia hapal, agar keinginannya kali ini dapat dikabulkan. Daisha berharap hubungannya tidak berhenti sesadis ini. Ketahuan pacaran dimeja makan, bukanlah impian Daisha. Prempuan itu kembali melirik rumah berwarna hijau telor asin itu, menunggu Daffa yang dari tadi belum juga keluar dari ruang ayahnya. Untunglah ditaman Daffa memiliki ayuanan yang dapat menampung kebosanan Daisha. Walaupun ia tak terlalu kencang mengayunkannya, takut tejerebak nanti. Daisha menghela nafas gusar, ini sudah terlalu lama. Sudah hampir jam enam sore, tapi Daffa belum juga keluar dari sana. "Apa boleh buat, gue pulan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN