Hujan terus mengguyur permukaan bumi, rintiknya terus turun tanpa harus permisi. Langit pun tak kalah mendung, gelapnya hampir memakan cahaya sang surya. Banyak orang sering mengatakan, hujan tandanya langit bersedih. Sama hal dengan seorang perempuan yang kini duduk disisi jendela kamarnya, menatap kosong pada permukaan bumi yang dibanjir rintik hujan. Jendela, ia biarkan terbuka dan membawa angin masuk. Seolah ia ingin mengajak dan berbagi kepada angin tentang kesedihannya. Luka lama lamanya kembali terbuka menyisahkan sakit yang teramat dalam. Terlalu sulit untuk dimaafkan dan terlalu naif untuk dilupakan. Daisha, dia menutupi kesakitan hatinya dengan sikap konyolnya. Biarlah orang lain beranggapan bahwa ia aneh, yang penting lukanya tak kembali menganga. Ia tahu sifat jenakanya mam

