Daisha melangkahkan kakinya masuk kedalam sebuah kafe yang menjadi tempat kumpul mereka. Saat bersama Daffa tadi, ia sudah mengirimkan pesan kepada Rista dan Kayra agar datang ke kafe tempat favorit mereka berkumpul. Sesaat setelah acara mereka selesai, Daisha sedikit tertegun saat Daffa memaksa mengantarkannya ke kafe ini. Pria itu bahkan menawarkan untuk menjemputnya, tentu saja Daisha menolaknya. Ia tidak mau membuat laki-laki itu repot. Bunyi bel berdentang saat Daisha mendorong pintu kafe, kedua netra matanya menelusuri seluruh isi kafe yang bernuansa black and white itu, sampai akhirnya matanya tertuju pada dua orang prempuan yang mengenakan seragam putih abu-abu yang berada di pojok kafe. Jauh dari bangku-bangku yang lain. Seneng banget deh mojok-mojok -batin Daisha. "Haiii, ciw

