Sinar mentari juga sudah begitu terik bersinar tapi tak membuat seorang perempuan bangkit dari tidurnya. Bunyi alarm diatas nakasnya, ia biarkan terus berbunyi. Sama sekali tidak menggangu waktu tidurnya. Bayangkan saja jika terjadi gempa bumi atau kebakaran, tamatlah nasib wanita ini. Hingga bunyi bel pun sama sekali tidak menggangu waktu tidurnya. Bahkan gedoran-gedoran dari sang tamu yang mulai kesal nampak hanya angin lewat baginya. Tapi setelah sekitar sepuluh menit berlalu akhirnya, wanita itu membuka matanya. Bukan untuk menyambut tamu tapi untuk mengaliri kerongkongannya yang begitu serak. Ding... Dong... "Siapa, sih! Pagi-pagi ganggu orang tidur!" "Orang masih subuh juga! Nggak ada jam apa dirumahnya, gelap-gelap begini bertamu kerumah orang!" gerutan tak jelas mulai keluar da

