25. Sarapan untuk Tuan Harley

1101 Kata

Maira bersandar di balik tembok setelah tadi dirinya berlari meninggalkan ruang TV. Gadis itu merasakan detak jantungnya dengan tangan terkepal di depan d**a. Dia merasa seperti habis naik roller coaster, padahal hanya mencari kunci mobil. Embusan napas panjang terdengar dari lubang hidung dan mulutnya setelah Maira menarik napas dalam. Berulang kali gadis itu melakukan hal yang sama, dia mencoba menenangkan diri yang entah mengapa jadi berpikir banyak. Maira menggelengkan kepala. "Tidak, tidak, tidak ... tidak mungkin!" gumam gadis itu meyakinkan diri. "Hanya karena hal sepele, tidak mungkin Tuan Harley akan memarahiku, apalagi menghukum," sambungnya. Maira mengecek ruangan di balik tembok itu, tidak ada siapa-siapa. Ketakutan itu hanya ambisinya saja, Tuan Harley pasti sudah berang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN