24. Suruhan Pertama Tuan Harley

1303 Kata

Pagi-pagi sekali, Maira sudah bangun dari tidurnya. Setelah selesai melaksanakan dua rakaat subuh, gadis itu melangkah keluar kamar. Dia sempat bingung ingin melangkah ke mana. Rumah itu terlalu besar untuk satu orang asisten sepertinya, bahkan Maira belum tau seluruh sudut yang ada di rumah itu. Maira menongolkan kepala dari balik tembok kamarnya, lalu berjalan lambat dan menutup pintu itu. Dia melangkah dengan hati-hati menuju dapur. Ketika hendak melewati tikungan ruangan, tanpa disangka-sangka, gadis itu berpapasan dengan pemilik rumah. "Hah!" Maira terkejut sambil memaksa langkahnya untuk berhenti. Beberapa detik gadis itu menahan napas, lalu membungkukkan badan, meminta maaf. Mereka hampir saja bertabrakan sebab tembok yang menghalangi. Beruntung Harley yang sebelumnya melangkah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN