23. Seperti Anak Kucing

1171 Kata

Taksi yang membawa Maira dan Lisa sudah menepi. Dua gadis itu berjalan masuk setelah Lisa membayar biaya perjalanan. Lisa yang memimpin jalan, sedangkan Maira mengekorinya dengan langkah lambat. Dapat Maira lihat rumah yang benar-benar besar di depannya. Gadis itu menatap kedua telapak tangan, seketika benaknya memikirkan tentang kesanggupan dirinya untuk bekerja di rumah itu. Maira menelan air mulutnya. Lisa mendorong pintu sebelah kanan setelah menyadari pintu itu tidak terkunci. "Tidak terkunci, sepertinya kakakku sudah pulang," ucap Lisa. "Ayo masuk," ajaknya pada Maira. Maira melangkah sambil memeluk tas kecilnya. Sejak turun dari taksi, jantungnya berdetak sangat kencang, seperti ingin masuk ke kandang harimau. Namun kini, aroma lavender yang memenuhi ruangan sedikit menenangka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN