Maira menjauhkan gagang telepon dari telinga ketika gadis di seberang sana menghentikan pembicaraan. Sejenak Maira memikirkan keputusannya. Dia masih ragu untuk meninggalkan panti asuhan ini. "Sudah, Nak?" tanya umi sambil meraih vas bunga di samping telepon. "Oh, sudah, Umi," jawab Maira, dia sedikit terkejut dengan keberadaan umi di sampinya. Wanita paruh baya itu membawa vas bunga bersamanya. Dia ingin melakukan perawatan pada bunga itu. "Kalian berdua ada urusan?" tanya umi setelah menyadari Lisa dan Maira yang tampak dekat. Gadis itu hanya mengangguk. Tatapannya lurus pada umi yang menatapnya dengan senyum. "Jadi, kalian ingin bertemu?" tanya umi lagi. "Iya, Umi. Maira mau izin untuk keluar sebentar," jawab gadis itu. Umi mengizinkannya tanpa ada beban sedikit pun. Wanita

