Suara sapu yang sesekali berdentuman dengan kursi dan meja terdengar. Di depan sana, ada umi yang sedang berbicara dengan seorang wanita dewasa, dan ada Julian juga di sana. Pemandangan itu membuat Maira menghentikan sejenak kegiatan menyapunya. Gadis itu menatap keluar jendela. Umi tampak tersenyum pada wanita itu, begitupun dengan wanita di sana. Detik berikutnya, Maira melihat Julian yang bersaliman dengan umi. Sebuah jawaban seketika melintas di benak Maira. Gadis itu melangkah mendekat ke arah pintu. "Apa mungkin itu ibunya Julian?" batin Maira. "Kupikir dia putra Tuan Harley," sambungnya dengan masih membatin. Umi melangkah masuk setelah ibu dan anak itu berjalan menjauhi panti. Maira buru-buru melanjutkan kegiatan menyapunya. Gerakan gadis itu tampak tergesa-gesa, dan umi dapa

