Di sebuah mobil yang membawa Kim menuju kantor polisi di bilangan Jakarta Selatan, dia terus berpikir bagaimana caranya memecahkan kasus yang sedang ditanganinya ini. Firma hukum mati-matian memintanya fokus kepada tersangka, mengusahakan sebaik mungkin agar tersangka dibebaskan. Tapi hal itu bertentangan dengan hati nurani Kim. "Kim, apa prosedur untuk pembebasan tersangka sudah kamu penuhi?" Tanya Pak Barri. Kim menoleh ke kursi penumpang depan. "Semua sudah lengkap Pak." "Bagus. Pak Wicak meminta kita harus bisa membebaskan Adelia hari ini. Berapapun yang akan dibayar, dia akan membayarnya." Jangan lupakan kalau Pak Wicaksana Adilamitri adalah orang kaya. Kim hanya diam. Dia menatap ke arah luar jendela sampingnya. Butiran bekas hujan masih menempel di kaca jendela itu. Cuaca begit

