Sean mengelus paha Alexandria yang terpampang nyata di hadapannya. Terlalu menggiurkan untuk dilewatkan begitu saja, pikir Sean. Entah Alexandria tidak sadar atau wanita itu sengaja menggoda Sean. Sementara Alexandria kini serius membaca novelnya dengan kacamata bertengger di wajah cantiknya. Wanita itu tidak peduli dengan tangan Sean yang selalu jahil pada tubuhnya—lebih tepatnya, ia lelah mewanti-wanti pria itu agar tidak bertindak lebih dari itu. “Al.” Alexandria hanya menjawabnya dengan gumaman. Novel yang ia baca terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja. “Alexandria.” Wanita itu diam. Tidak memedulikan Sean yang kini setengah mati menahan rasa yang mulai bergejolak dalam dirinya. Malam ini, Sean menginginkan Alexandria lebih dari apapun, walau sebelumnya mereka sudah melakukan

