✔✔✔✔✔ Semenjak sms itu masuk ke dalam hpku. Alan semakin gencar mendekatiku. Pulang kerja dia sudah ada di depan kantorku. Bahkan jam makan siangpun kadang dia sudah nangkring di lobby kantor. Aku heran sebenarnya dia benar-benar pergi ke sekolah atau tidak?. Dan lagi-lagi saat jam pulang kantor dia sudah nangkring di atas motor sportnya. Aku menghentikan langkahku. Bukan karena melihat sosok Alan tapi karena panggilan seseorang. Dan saat aku menoleh Pak Kevin sudah berdiri di belakangku dengan senyum lembutnya. Kalau aku tak ingat akan segera menikah dengan Alan mungkin aku akan mengejarnya lagi. Tapi semua ambisiku sepertinya harus aku pendam. Tapi entah kenapa Pak Kevin terus mendekatiku. "Ya...kenapa Pak?". Aku bersikap seformal mungkin karena ini masih dalam ruang lingkup kantor.

