✔✔✔✔✔ Begitu mendengar kabar bahwa Vera kritis. Rasanya tulangku remuk seketika. Tenggorokanku mengering dan terasa sakit. Detik itu juga aku memutuskan untuk pulang ke Surabaya. Aku tidak ingin sesuatu terjadi dengannya. Kalau saja terjadi sesuatu dengannya itu sama saja aku berhutang nyawa dengannya. Aku sudah berjanji untuk menyembuhkannya. Berjanji mencarikan donor ginjal untuknya. Aku memilih diam di dalam mobil. Pikiranku kalut dan aku ingin segera nelihat keadaan Vera. Aku bahkan sengaja menyewa polisi untuk mengawalku agar cepat sampai tujuan. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku dan tak menyadari keberadaan istriku. Dia sampai tertidur di dalam mobil dan aku tak mengetahuinya. Langsung saja aku meraih kepalanya dan kusandarkan di dadaku. Aku tau dia kecewa. Tapi aku tak bisa be
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


