✔✔✔✔✔ Aku dan Alan memutuskan untuk pulang ke Surabaya. Eh salah...bukan aku...tapi Alan yang memutuskan untuk pulang ke Surabaya. Kami naik mobil dengan kawalan sebuah mobil polisi di depan. Please deh...kayak mobil jenazah aja pake di kawal? Lebay nggak sih??. Aku memberengut kesal menahan emosiku. Hatiku terasa panas dan perih..seperih perutku yang belum terisi apapun sejak tadi pagi. Kulirik ke arah Alan yang tengah sibuk dengan hpnya. Kadang menelpon kadang juga mengirim sms. "Iya Bun..Alan masih di jalan ini. Nanti Alan kabari kalo udah sampe Surabaya!". Itu percakapan singkat Alan sama Bunda yang aku dengar. Aku ikut juga menyibukkan diri dengan hpku. Aku mengirim sms untuk Mama kalau hari ini aku pulang. Setelahnya aku kembali memasukkan hpku ke dalam tasku. Alan masih sibu

