Tentu saja bukan respons itu yang Danis kira akan Juda lontarkan kepadanya. Danis sudah nyaris kalang kabut menyiapkan jawaban−jawaban bohong tentu saja, sebab Danis belum siap menjelaskan hubungannya dengan Renata yang kandas−jika Juda bertanya tentang statusnya. “Aku berharap kita berhasil ngelewatin satu bulan ini dan yakin buat melangkah ke jenjang yang lebih serius,” Danis menjawab diplomatis. Juda melotot. “Jangan gila! Aku nggak ingat kita pernah ngobrol soal melangkah ke jenjang yang serius atau apa pun itu.” “Jangan langsung panik gitu dong, Ju. Maksud aku, kita pacaran dulu. Sekarang kan kita statusnya masih magang.” Juda segera mengembuskan napas lega. “Kirain kamu langsung pengen nikah. Aku nggak siap kalau itu.” Danis tersenyum kecut. Tentu saja ia tidak akan menawarkan p

