Part 4 - Kembali Bekerja

1798 Kata
  Pagi ini Anin sudah siap dengan pakaian kerjanya ia memakai celana baju dan blazer berwarna hitam tak lupa heels nya yang selalu ia kenakan setiap kekantor. Hari ini Anin sudah siap kembali kekantor lagi. "Kamu hitam hitam kaya mau ngelayat Nin," ucap Adnan saat baru keluar dari kamar mandi. Anin menatap suaminya yang sudah memakai setelan kerjanya tetapi belum dengan dasinya "Ih mas mah gitu, aku memang begini kalau kerja lebih suka warna gelap," ucap Anin lalu beralih ke meja riasnya ia memakai sedikit lipstik yang belum sempat dipakai. Adnan mendekati istrinya meminta dipakaikan dasi. "Kamu sudah cantik gak usah dandan juga sudah cantik," ucap Adnan "Gombal," "Siapa yang gombal coba emang bener kok, kamu mas antar ya?" Anin menggeleng "Gak usah mas nanti aku naik motor aja, nanti mas bisa terlambat kalau nganter aku," ucap Anin sambil merapihkan kerah baju Adnan "Bener nih, kamu yakin gak mau diantar suami?" Anin mengangguk, lalu menatap suaminya "Iya mas gpp ya, aku bisa sendiri kok, mas duluan saja oke," "Iya tapi cium dulu," Anin mencubit kecil perut suaminya "Kok dicubit sih sakit tau, Yasudah kamu harus bareng sama mas ya," tanpa membalas ucapannya Anin mengecup pipi Adnan sebentar "Kok dipipi sih, disini dong Nin," ucap Adnan sambil menunjuk bibirnya, Anin yang tak mau mendengar ocehan suaminya langsung mengecup bibir Adnan sebentar, saat ingin menjauh Adnan menahan tengkuk Anin agar mau memperdalam ciumannya. Mereka pun berciuman dipagi hari. Adnan melepaskan ciumannya kemudian mencium kening istrinya. "Makasih," "Lipstik aku jadi berantakan kan mas," ucap Anin pelan lalu ia bercermin kembali di kaca sambil memoles bibirnya lagi dengan lipstik "Hehehe maaf," Setelah itu mereka segera sarapan bersama lalu Adnan pamit berangkat duluan. Anin POV Hari ini aku kembali berkutat dengan tumpukan laporan. Bu Nindy atasan diruanganku memberikan banyak berkas yang belum diperiksa, baru 2 hari aku gak masuk gimana kalau aku ambil cuti seminggu. Aku hanya menggelengkan kepala. Dan aku memulai mengerjakan laporan yang sudah menumpuk menanti untuk kuperiksa. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, waktunya untuk istirahat, aku meregangkan ototku yang kaku karena terlalu lama duduk dan fokus didepan komputer. Aku mengambil hpku dan akan mengirimi pesan untuk suamiku To : Mas Adnan Assalamualaikum mas, sudah siang waktunya makan jangan lupa sholat :) Kukirim pesan ke mas Adnan agar dia tak lupa waktu. Tak lama hp ku bergetar From : Mas Adnan Waalaikumsalam iya istriku ini baru mau keluar kantor, kamu juga ya jangan lupa makan yang banyak Saat aku ingin membalasnya sebuah suara mengagetkanku "Oyy pengantin baru kok sudah masuk aja sih, gimana nih rasanya," tanya Lina yang sudah berdiri dimejaku aku tersenyum memandang kearahnya "Hehe ya begitu deh.. enak pokoknya makannya nikah Lin," ucapku dan Lina hanya tertawa cengengesan Kulihat dari kejauhan Rere datang dari luar ruangan sambil berlari kemari. Hosh hosh hosh terdengar suara deru nafas Rere yang terdengar "Kenapa sih Re, kaya abis liat hantu aja lo," ucap Lina, aku memberikan air mineral yang ada dimeja ku, Rere langsung meminumnya "Ada apa Re?" Setelah mengambil nafas Rere pun mulai bercerita "Itu tadi kata ruangan sebelah ada Pak CEO yang mempunyai perusahaan ini sudah kembali dan sudah masuk dari kemarin, katanya pak CEO nya ganteng abis Nin," ucap Rere menggebu-gebu "Dikirain apaan itu mah gue juga tau Re," ucap Lina kesal karena melihat Rere yang terlalu lebay Aku pun juga begitu dikira kenapa si Rere heboh pagi-pagi "Ohh gue kira kenapa Re lebay banget sih," Ucapku pada Rere, si Rere cemberut karena tak ada yang mendukungnya "Ihh kalian mah gitu, ayo sekarang coba kita lihat yuk, tadi sih katanya pak CEO nya ada diruangannya mau turun makan siang," Rere menarik lenganku dan lengan Lina berbarengan Astaga si Rere ini lebay banget sih, dari pada dia ngambek Yasudah deh aku ikutin kemauannya saja Kami bertiga pun turun ke lobby untuk melihat pak CEO yang katanya ganteng abis tapi sayang saat kami turun pak CEO nya baru saja pergi dengan mobilnya. Tunggu mobilnya seperti pernah aku lihat ahh mungkin aku salah kali ya Kulihat Rere yang kecewa karena tak bisa melihat pak CEO yang belum kami ketahui namanya. "Sudahlah Re nanti juga bakalan lihat sabar ya," ucapku sambil menepuk pundak Rere, Rere hanya mengangguk pelan. Kami pun segera makan siang di kantin. Pukul 5 sore aku sudah berada dirumah, mas Adnan belum pulang mungkin sebentar lagi. Aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu setelah itu memasak menyiapkan makan malam. Setelah mandi dan berpakaian rapi untuk menyambut kepulangan suamiku. Aku menunggu mas Adnan pulang sambil menyiapkan bahan makanan untuk ku masak. Tak lama terdengar suara mobil dari arah luar. Pasti itu mas Adnan batinku. Aku pun langsung membuka pintu dan benar saja mas Adnan baru turun dari mobil. Setelah aku menjawab salamnya aku mencium punggung tangannya dan mengambil tas kerjanya. Kami pun memasuki rumah aku menyuruh mas Adnan untuk mandi terlebih dahulu. Aku ikut memasuki kamar untuk menyiapi pakaiannya. Lalu setelah itu aku keluar kamar untuk memasak. Setelah selesai memasak aku kembali kekamar kulihat mas Adnan sudah rapi dengan baju kokonya. Karena sebentar lagi magrib mas Adnan sudah siap untuk ke masjid. Aku selalu mengingatkan mas Adnan kalau bisa sempatin sholat berjamaah di masjid mas Adnan pun mendengarkan ucapanku. Setelah sholat magrib aku dan mas Adnan pun makan malam. Mas Adnan selalu memuji masakanku katanya enak pake banget. Aku hanya tersenyum karena mas Adnan orang yang tersekian yang bilang masakanku enak. Setelah sholat isya berjamaah kulihat mas Adnan langsung sibuk dengan laptopnya. Kuhampiri dia dan kupijat pundaknya pelan "Mau dibikinin teh atau s**u mas?" Tawarku dengan masih memijat pundaknya, mas Adnan menikmatinya sambil memejamkan matanya. Lama tak menjawab Mas Adnan pun menengok lalu tersenyum "Mau kamu," aku mengerti apa maksud mas Adnan aku hanya mengangguk malu-malu "Tapi bukannya mas lagi sibuk sama laptop," tanyaku karena aku penasaran dari tadi kan ia berkutat dengan laptopnya "Gak kok, cuma habis meriksa email masuk," Aku hanya mengangguk pelan setelah itu mas Adnan mematikan laptopnya lalu ia pun mengajakku ke ranjang. Sebelum itu aku memijat badan mas Adnan yang pegal pasti mas Adnan capek dan ia menikmatinya sampai tertidur aku pun hanya tersenyum geli melihatnya tidur, wajahnya yang memiliki hidung mancung alis tebal rahangnya yang keras serta bulu-bulu kecil disekitaran pipinya membuatnya sangat tampan membuatku senang memandanginya lalu aku ikut tidur disampingnya. Walaupun aku capek juga tetapi aku tetap memprioritaskan kebutuhan suamiku. **** Sebulan sudah aku menikah dengan mas Adnan selama ini juga pekerjaanku baik-baik saja seperti biasa kegiatanku setelah dan sebelum berangkat kerja menyiapkan keperluan suamiku. Aku bekerja masih dengan motor maticku selama ini aku berangkat masing-masing kekantor masing-masing. Ngomong-ngomong soal kerja kok aku belum tahu ya mas Adnan bekerja dimana nanti aku tanya deh kalau gak lupa hehehe. Karena aku bekerja mas Adnan menyuruh menggunakan jasa asisten rumah tangga untuk membantu membersihkan rumah, mencuci pakaian dan hal lainnya. Aku sempat menolak karena menurutku aku masih bisa mengerjakannya tapi mas Adnan melarangku dan akhirnya aku tak bisa membantahnya. Sebulan ini hubunganku dengan mas Adnan baik-baik saja kami malah semakin dekat, saling terbuka satu sama lain, yang kutahu sekarang mas Adnan benar-benar orang yang baik, ia selalu bersikap baik dan manis kepadaku dan sepertinya aku sudah terpesona dengan suami tampanku itu. Aku sungguh bahagia dengan pernikahan ini walau pernikahan ini didasari oleh perjodohan tetapi kami, aku dan mas Adnan bisa saling menerimanya. Hari ini aku terpaksa lembur karena besok aku ada meeting dengan CEO perusahaan yang sama sekali belum pernah kulihat dan kukenal. Namanya saja aku tak tahu apalagi lihat orangnya mungkin kesibukanku yang membuat aku tak mengenali CEO ku sendiri, sungguh aku kaget awalnya karena aku lah penanggung jawabnya. Aku, Rere, Siska dan Rudi akan menyiapkan presentasi yang akan di presentasikan langsung didepan CEO kami. Si Rere kesenangan pada akhirnya ia akan melihat pak CEO yang katanya ganteng abis. Sudah sebulan ini memang kita tak pernah bertemu CEO nya langsung mungkin karena pak CEO nya sibuk kali ya. Dan kali ini kami akan bertemu langsung dengan pak CEO karena aku dan tim ku lah yang akan mempresentasikan hasil kerja dan aku disuruh memberikan solusi terbaik untuk perusahaan ini untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Mati lah aku, aku harus berfikir panjang malam ini untuk membuat solusinya. Memang selama ini aku telah memberikan banyak solusi yang cukup banyak membantu perusahaan. Kuketikkan pesan untuk suamiku To : mas Adnan Assalamualaikum mas, hari ini Anin lembur, Anin izin pulang malam ya mas soalnya besok pagi ada meeting. Tak lama Mas Adnan membalas From : mas Adnan Waalaikumsalam iya istriku, semangat lemburnya, hati-hati ya kalau pulang nanti Kubalas pesannya To : mas Adnan Makasih masku Setelah mengirimi pesan aku pun memulai pekerjaanku. Aku sibuk berdiskusi dengan teman kantorku. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Alhamdulillah kerjaanku sudah selesai tetapi masih ada yang harus diperbaiki, aku memutuskan untuk mengerjakannya dirumah. Hari Sudah malam aku pun dengan cepat memasuki barang-barangku dan merapihkan semuanya setelah itu aku bergegas pulang. Yang lainnya juga sudah siap untuk pulang. Kami pun berjalan keparkiran barengan dan saling menyemangati untuk presentasi besok. Sesampainya dirumah aku dengan cepat memasuki kamar kulihat mas Adnan sedang sibuk dengan laptopnya "Assalamualaikum mas," mas Adnan menengok lalu tersenyum kepadaku "Waalaikumsalam sudah pulang Nin," Aku mencium tangan suamiku lalu mengangguk pelan "Sudah makan belum mas?" Mas Adnan mengangguk "Kamu belum makan ya? Aku siapin ya sekarang kamu mandi dulu gih nanti aku bawain kekamar," ucap mas Adnan lalu berlalu keluar kamar, belum aku menolak ia sudah keluar kamar terlebih dahulu. Setelah mandi aku segera makan yang telah disediakan mas Adnan, setelah itu aku membawanya kedapur dan mencucinya. Bi Minah asisten dirumah kami hanya bekerja pagi sampai sore hari saat aku pulang kerja. Kami sudah mempercayai bi Minah karena ia adalah bibi dirumah papa Adnan dan sudah cukup lama ia bekerja. Setelah itu aku memasuki kamar dan kulihat mas Adnan masih sibuk dengan laptopnya. Aku pun menyusul mas Adnan dengan membuka laptop dan melanjutkan pekerjaanku. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam aku masih sibuk berkutat dengan laptop sampai sampai aku tidak memperhatikan suamiku. Mas Adnan menghampiriku "Sudah malam ayo tidur Nin," "Sebentar mas ini lagi disave," kataku sambil masih melihat laptop "Iya kamu sibuk banget ya hari ini sampai aku dikacangin," aku pun menengok kearahnya lalu menatapnya, aku merasa bersalah karena tak memperhatikan suamiku "Maafin Anin ya mas, Anin benar-benar sibuk ngurusin kerjaan soalnya besok ada meeting penting sama pak bos," "Hemm," "Mas jangan ngambek dong, aku janji deh kalau sudah selesai semua kita jalan-jalan gimana?" Rayuku supaya mas Adnan gak ngambek, aku baru mengetahui sifatnya yang suka ngambek kalau diabaikan. Mas Adnan menggeleng dan memberiku kode untuk itu kalian tahu sendiri lah "Mas besok aja ya," pintaku, kulihat mas Adnan sedikit cemberut, ah kalau mas Adnan cemberut lucu banget sih pengen ketawa jadinya. sebenarnya hari ini aku lelah sekali tetapi suamiku malah meminta jatahnya terpaksa deh aku menurutinya dari pada ngambek "Iya iya," mas Adnan pun langsung tersenyum kegirangan dan dengan cepat ia menyerbuku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN