Part 18 - Kembali Bekerja

1986 Kata

Hari ini Anin sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, diperjalanan menuju Jakarta Anin hanya diam saja dipelukan ibunya. Ayah dan ibu Anin berada dalam satu mobil, ayah duduk didepan bersama Adnan sedangkan Anin duduk dibelakang dengan ibunya. Anin masih merasakan sedih yang mendalam, air mata turun begitu saja jika sudah mengingat itu semua Anin menangis dipelukan ibunya. "Jangan nangis lagi sayang, coba ikhlaskan," ucap Rinanti sambil mengusap lengan Anin lembut Rinanti tak tega melihat anaknya yang terus menangis, ia bisa merasakan sakitnya kehilangan seorang anak karena Rinanti juga pernah mengalaminya dulu, dan kini anaknya ikut merasakan sakitnya kehilangan sosok seorang anak. Tak terasa Rinanti meneteskan air matanya "Ibu kenapa nangis bu?" Ucap Anin yang langsung duduk tega

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN