DUA BELAS, NAUGHTY BOYFRIEND

819 Kata
Raefal Pov "Argh, kenapa gue jadi kangen sama Alecia!" Saat ini aku sedang berdiri di balkon kamar ku. Menikmati semilir angin dingin yang membuat bulu kulit ku naik. Ini sangat dingin, tetapi aku merasa bahwa di dalam kamar ku sangat panas. Padahal aku sudah menaikkan suhu AC kamar ku. Pikiranku juga melayang kemana-mana. Entah aku sedang memikirkan apa, tapi yang pasti aku sedang memikirkan perempuan yang suka menyebutku dengan sebutan "curut saudi arabia" Argh, aku jadi merindukan suaranya. Drrtt.... Ponsel ku tiba-tiba bergetar, aku segera membuka dan melihat notifikasi apa yang sudah masuk di ponsel ku. Seketika aku tersenyum saat melihat nama di notifikasi tersebut. Instagram. Aleciadrcamron_ telah membagikan gambar. Ah, dia sangat cantik tuhan. ---------- Author Pov Saat ini suasana kantin sedang ramai. Alecia dan Aileen memutuskan untuk pergi ke kantin, karena guru sedang mengadakan rapat darurat sehingga kelas pun free. "Len, gue mau cerita dong." ucap Alecia saat melihat Aileen yang sedang fokus dengan layar ponselnya. "Cerita aja Al," "Dengerin ya," "Iya," "Jangan di cuekin ih!" ucap Alecia dengan kesal karena sedari tadi Aileen hanya menatap layar ponselnya. "Iye dah. Cepet cerita," jawab Aileen dengan mematikan ponselnya. "Kemarin gue itu di gangguin sama Joshua, terus tiba-tiba Raefal dateng gitu nabok mukanya Joshua." ucap Alecia dengan nada dan ekspresi wajah yang menjiwai saat bercerita. "Eh, Joshua Kaisaro? Mantan lo yang dulu?" tanya Aileen dengan ekspresi kagetnya. "Iya, dan abis itu Joshuanya pergi dan Raefal pun pergi, padahal gue belum sempet ngomong ke Raefal. Dan waktu itu juga gue ga ada yang jemput Len, terus Raefal dateng lagi dan nawarin tumpangan buat pulang. Tapi ya, menurut gue dia itu maksa sih. Masa iya dia nakutin gue kalo Joshua bakal balik lagi dan gangguin gue. Yaudah gue terima, dan setelah itu waktu gue udah turun di depan gerbang rumah gue, dia langsung tancep gas pergi gitu aja. Tanpa ngomong sepatah kata pun! Padahal gue disitu mau ngucapin terima kasih." ucap Alecia dengan nada sedikit menyesal. "Tapi ya, kok lo ga bilang ke gue kalo Joshua sekolah disini juga?" tanya Alecia menyelidik. "Gue lupa. Lagian dia IPS, area IPS sama MIPA itu beda. Tapi kok bisa-bisanya dia nyamperin lo?" ucap Aileen yang masih tidak percaya. "Entah lah. Leen gue mau ngomong makasih ke Raefal, tapi gue malu gitu buat ngomong." ucap Alecia yang sedang meminta saran. "Ya ngomong aja sih, toh Raefal juga udah bantuin lo buat bebas dari Joshua waktu itu," "Tapi Leen, gue---" "Kalo ngomongin orang ganteng jangan dari belakang." °°°° Alecia Pov "Kalo ngomongin orang ganteng jangan dari belakang." Deg... Suaranya. Aku mengenalinya. Bagaimana bisa dia ada disini. Jadi malu dua kali lipat, tuhan hilangkan aku dari depannya kalo bisa. "Kenapa malu? Bukannya lo orang yang ga punya malu?" tanya Raefal pada ku. Aku hanya menundukkan kepala ku saja sambil berpura-pura menyedot ice lemon tea ku. "Fal, gue tinggal dulu ya. Ada urusan berdua sama Aileen." pamit Aksa dengan menarik tangan Aileen begitu saja. "Sial, kenapa Aileen tega bikin gue sekarat kayak gini!" "Gue terima ucapan terima kasih lo." ucap Raefal yang sudah duduk di hadapan ku saat ini juga. "Kenapa dia bilang begitu, aku bahkan belum mengucapkan makasih padanya." "Makasih buat semalem," ucap ku tanpa ragu. Tidak ada jawaban apapun dari mulut pedas Raefal. Aku melihatnya sekilas, dia sedang asik dengan minuman yang dibawanya tadi. Rasanya canggung, kenapa dia berubah jadi dingin seperti ini. Padahal sebelumnya dia sangat care denganku. "Fal," "Hmm," "Gue nanya dong," "Nanya aja," "Kenapa lo berubah jadi dingin?" "Gue bukan es batu kok," "Maksudnya sikap lo!" "Oh," "Serius. Gue bingung aja, di IG kemarin lo genit banget, tapi setiap ketemu lo jadi dingin. Kenapa?" °°°° Author Pov "Serius. Gue bingung aja, di IG kemarin lo genit banget, tapi setiap ketemu lo jadi dingin. Kenapa?" tanya Alecia rasa penasaran yang membeludak. Raefal diam. Hanya menatap kedua mata milik Alecia. Alecia yang ditatap pun merasa tidak nyaman. "Jawab b**o! Bukan liatin gue!" ucap Alecia dengan memukul tangan Raefal. "Lo lupa?" tanya Raefal yang membuat Alecia semakin bertanya-tanya. "Apanya?" "Lo kemarin benci liat gue. Dan ga mau kalo lo gue deketin, apalagi sikap care gue ke lo," ucap Raefal dingin dengan terus menatap tajam kedua mata Alecia. "Gue pikir kalo di IG ngga akan jadi masalah kalo gue genit atau apalah itu, karena gue jauh dari lo. Lo ngga risih dan ngga perlu buat benci sama gue lebih dalam lagi," lanjut Raefal dengan senyumnya. "Maaf," ucap Alecia merasa bersalah. "Ga masalah," "Fal, gue cuma murid baru. Baru juga pindah masa iya gue udah dapet labrakan dari kakak kelas, yang notebanenya adalah orang yang suka sama lo. Padahal gue belum sepenuhnya kenal dan deket sama lo," "Sebenernya lo ngga perlu takut Al, karena lo sendiri yang notebanenya jauh lebih tinggi dari dia. Lo adalah orang yang gue suka, jadi ga perlu takut. Ada gue yang selalu lindungin lo!" ucap Raefal tegas, yang mampu membuat Alecia diam seribu bahasa. ---------- Di tunggu Vote sama Komentar suka nya yaa:)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN