Alecia Pov
Deg...
"Kenapa Raefal ngomong kayak gitu."
"Hahahaa. Udahlah gausah bercanda lah Fal, gaenak kalo di denger orang." ucap ku dengan nada bergurau dengan menepuk tangan Raefal yang berada diatas meja.
Seketika tawa ku terhenti saat aku melihat wajah Raefal yang sangat datar dan terkesan. DINGIN.
"Apa bener dia suka gue?"
"Lo suka gue dari apanya sih? Toh masih banyak cewek cantik di luar sana," tanya ku dengan spontan.
Raefal hanya diam dan terus memperhatikan wajah ku, seolah-olah dia tidak ingin jika aku pergi.
"Kalo suka dari wajah itu terlalu mainstream. Apalagi body," jawab Raefal dengan mata yang masih menatap tajam wajahku.
"Kalo natap biasa dong!" ucap ku dengan menutupi kedua mata Raefal menggunakan tangan kanan ku.
Entah, rasanya aneh jika Raefal menatapku seperti itu.
"Apa sih, gue cuma mau scan wajah lo di otak gue," jawab Raefal dengan mengalihkan tanganku dari hadapan kedua matanya.
"Scan? Lo kira wajah gue antivirus,"
Raefal tersenyum. Ah bahkan bagi ku itu sangat manis, dan lagi. AKU TIDAK PERNAH MELIHATNYA TERSENYUM TULUS SEPERTI INI.
"Gue seharian kemarin ga liat wajah lo sama sekali, palingan cuma sebentar. Jadi gue mau ilangin kangen gue ke lo,"
"Ah serah deh!" jawab ku pasrah.
"Al,"
"Apa?"
"Izinin gue buat lebih deket sama lo,"
----------
Author Pov
"Selamat siang anak-anak," ucap pak Adi dengan membawa tumpukan lembaran kertas.
"Pagi pak," jawab semua murid kelas XI-MIPA2.
"Ini kertasnya nanti tolong dibagi, dan tugas dari saya sebelum kalian pulang adalah mencari pronoun dan preposisi dari buku cerita yang kalian baca. Saya harap kalian membaca buku cerita tentang sejarah, bukan percintaan." terang pak Adi.
"Baik pak," jawab semuanya dengan nada yang terdengar lesu.
"Dan jangan lupa, kertasnya di jepret jadi satu sama buku cerita, dan di buku ceritanya jangan lupa dikasih stabilo untuk menentukan pronoun dan preposisi," lanjut pak Adi yang semakin membuat semua murid geram, karena tugas menjadi banyak.
"Baik pak,"
"Ya sudah silahkan berdoa dan pulang."
----------
"Leen ke gramed bareng yuk," ajak Alecia pada Aileen yang sedang berdiri di depan kelas untuk menunggu Aksa.
"Hehee, sorry Al gue mau anterin Aksa buat cari kado ultah buat adiknya," jawab Aileen dengan cengirannya.
"Elah Leen, ayolah," paksa ku dengan wajah yang dibuat Alecia sesedih mungkin.
"Ih geli gue liat muka lo kayak gitu, lagian kan lo udah baikan sama Raefal. Minta anterin dia aja," usul Aileen yang langsung mendapat gelengan tidak setuju dari Alecia.
"Gue ga---"
"Tenang aja gue anterin kok,"
Alecia pun langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara itu. Suara orang yang selalu mengagetkannya.
"Lo itu kalo mau gabung ngobrol mukanya nongol dulu kek, biar gue ga kaget mulu," ucap Alecia dengan raut wajah kesalnya.
"Kenapa? Lo kaget denger suara gue? Atau lo deg-degan denger suara gue?" goda Raefal saat melihat raut wajah Alecia yang sangat menggemaskan baginya.
"Tau ah, pikir ndiri!" ucap Alecia dengan berjalan meninggalkan semua temannya tanpa berpamitan.
"Kok gue ditinggal? Al, katanya minta anterin?" teriak Raefal saat melihat Alecia yang berjalan meninggalkannya terlebih dahulu.
"Sorry! Gue ga minta tuh, buat lo anterin gue!" balas Alecia dengan berteriak namun lebih kencang dan nyaring.
Ah, sikapnya sungguh terlihat menggemaskan di mata Raefal.
"Gue duluan ya? Mau nyusulin calon pacar," pamit Raefal pada Aksa dan Aileen.
Aileen yang sadar akan ucapan Raefalpun langsung mendelik tak terima. Sedangkan Aksa yang mengetahuinya pun segera mengusir Raefal dengan cepat, supaya Aileen tidak mulai dengan ocehannya.
----------
Alecia Pov
Ah, kenapa dia selalu mengikutiku. Bahkan belum genap satu bulan aku pindah negara dan sekolah, aku sudah memiliki banyak hatters.
"Al tungguin calon pacar napa sih, cepet banget jalannya."
Damn! Suara itu lagi. Ah, setiap mendengarnya saja aku selalu kesal.
"Diem lu! Calon pacar lagi, minta gue begal lo?!" ucap ku dengan mata ku yang melotot kearah Raefal yang berusaha menyamakan langkah kakinya dengan langkah kaki ku.
"Elah yang galak banget. Cium nih," goda Raefal. Ah, kenapa curut satu ini hobbynya menggodaku saja.
"Ih, genit banget sih lo! Jangan-jangan lo genit sama semua cewek?!"
"Eh, engga lah. Cuma sama kamu aja kok,"
"Serah, cepet ambil motor lo! Kuping gue panas dengerin omongan lo,"
----------
Author Pov
"Ini nih Al bukunya bagus," ucap Raefal dengan menunjukkan buku pada Alecia.
Alecia menerima buku tersebut lalu memukulkannya pada Raefal.
"Lo gila? Ini buku 18++ Raefal!" ucap Alecia dengan mengembalikan bukunya pada Raefal.
"Kata lo buku terserah, yaudah kasih ini aja. Siapa tau gurunya nan--"
"Diem! Cepet bantuin gue nyari bukunya. Gue udah laper," ucap Alecia kesal.
Ya, saat ini mereka sedang mencari buku sejarah untuk Alecia. Tetapi yang Raefal lakukan sejak tadi hanyalah mengerecoki Alecia saja.
"Kalo gitu ini aja Al," ucap Raefal dengan menunjukkan buku yang lainnya pada Alecia.
Alecia menghembuskan nafasnya dengan pelan. Mencoba untuk mengontrol emosinya. Ah, cowok satu ini bisanya selalu membuat Alecia kesal saja.
"Ini cerita nabi b**o! Lo kalo mau bantuin yang bener dong fal," ucap Alecia dengan meninggalkan Raefal menuju rak buku yang lain.
"Tapi kan sejarah juga Al. Sejarah nabi gitu," jawab Raefal dengan berlari kecil menyusul Alecia.
"Tapi ntar gue yang kena masalah Raefal,"
"Emang pak Adi berani marahin calon pacar gue?!"
----------
Jangan lupa Vote dan Komentarnya:)