"Memang semua harus bertahap. Seperti bertahap untuk mencintaimu."- Alecia Adara Camron.
-----------
"Lo mau makan apa?" tanya Raefal saat Alecia sedang sibuk dengan buku menu cafenya.
"Nasi goreng cumi aja deh," jawab Alecia dengan memberikan buku menu pada Raefal.
"Minum?"
"Ice lemon tea,"
"Permisi," panggil Raefal Pada pelayan yang sedang berjalan sekitar mejanya.
"Ada yang bisa di bantu mas?" tanya pelayan dengan ramah.
"Pesan nasi goreng cumi satu, spageti satu. Terus minumnya ice lemon tea satu, sama coffee latte satu," ucap Raefal pada sang pelayan yang kini sedang mencatat pesanannya.
"Sudah?" tanya pelayan.
"Sud--"
"Sama air mineral satu ya mas," tambah Alecia dengan memotong ucapan Raefal.
"Baik, ditunggu 10 menit lagi ya mba, mas." ucap pelayan lalu pergi menuju dapur cafe.
Memang setelah berhasil mendapatkan buku sejarah untuk tugas Alecia, saat ini mereka sedang makan di cafe yang berada di sekitar jalanan tersebut.
"Ah, lowbatt lagi. Mana ga bawa charger sama belum kabarin kak Varo," lirih Alecia dengan terus berusaha untuk menghidupkan ponselnya.
"Kenapa?" tanya Raefal saat menyadari kalau Alecia sedang gelisah karena ponselnya.
"Ah, gapapa kok." ucap Alecia dengan memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.
"Oh iya, lo dehidrasi banget ya? Sampe ngga cukup ya kalo cuma minum ice lemon tea?" tanya Raefal dengan rasa penasarannya.
"Cukup kok," jawab Alecia yang semakin membuat Raefal bingung.
"Terus air mineral buat apa? Nyiram tanaman?" tanya Raefal dengan rasa penasarannya.
"Itu buat lo b**o! Lagian kan sayang airnya kalo buat nyiram tanaman, kan tanamannya bisa pake air mentah," jawab Alecia dengan kesal karena sedari tadi Raefal terus bertanya.
°°°°
'Raefal Pov'
Seketika jantungku rasanya ingin berhenti. Kenapa setiap dekat dengan Alecia jantungku berdetak dua kali lebih cepat.
Dan apa tadi, dia memperhatikan ku dengan cara memesankan ku minum air putih. Tapi untuk apa? Bukan kah aku sudah memesan minuman.
"Buat apa? Gue udah pesan coffee latte kan tadi?" tanyaku sekali lagi, karena saat ini ku lihat Alecia sudah mulai kesal dengan pertanyaan ku.
"Iya, tapi kan ngga baik kalo minum coffee. Jadi ya setiap lo habis minum coffee lo harus minum air putih, supaya ngga sampe sakit," jawab Alecia dengan tersenyum.
Senyumnya. Senyum yang selalu membuat ku ingin terus menjaganya.
----------
'Author Pov'
"Thanks ya Fal, udah nemenin gue." ucap Alecia dengan tulus.
"Tumben Fal? Biasanya curut saudi arabia," ejek Raefal saat mendengar bahwa Alecia menyebutnya dengan 'Fal'
"Apa sih lo, cepet pulang gih udah mendung," usir Alecia dengan tidak halus.
"Ngusir lo ngga halus banget Al," jawab Raefal menatap kedua mata milik Alecia.
"Bodo! Cepet ih nanti kehujanan lagi lo,"
"Yaudah gue pulang ya,"
"Ya,"
"Jangan kangen,"
"Ih, ogah!"
"Bener nih?"
"Iye curut,"
"Yaudah gue pulang, bye." ucap Raefal dengan mengecup jari telunjuk dan jari tengahnya lalu ditempelkannya pada dahi Alecia.
Raefal menyalakan motornya dan mulai melajukannya meninggalkan rumah Alecia.
"Hati-hati," lirih Alecia dengan tersenyum kearah Raefal yang sedang mengendarai motornya.
Siapa yang akan tau nanti, jika Alecia akan jatuh hati pada Raefal. Dan siapa yang akan tau nanti, akankah mereka akan menyatu atau berpisah.
°°°°
"Dari mana lo?" tanya Alvaro yang sedang duduk di kursi ruang tamu.
"Cari buku buat tugas Bahasa Indonesia," jawab Alecia dengan ikut duduk di samping kakaknya.
Alvaro Arkasenio Camron, adalah kakak laki-laki Alecia. Kakak yang sangat disayangi dan menyayangi Alecia.
"Dianterin siapa tadi?"
"Temen,"
"Yakin?"
"Seperti yang lo liat tadi,"
"Gue tadi liat, dia cium dua jari terus di tempelin di dahi lo,"
"Apa yang dimasalahin kalo cuma itu oppa(kakak laki-laki bagi perempuan),"
"Elah, adek gue lemot banget yarobb. Lo ngga tau maksudnya apa?"
"Aniyo(tidak)" jawab Alecia dengan gelengan kepalanya.
"Sama aja dia cium lo secara ga langsung," jawab Alvaro yang membuat Alecia membulatkan matanya.
---------
Ditunggu Vote dan Komentarnya:)
Mulmed: foto Alvaro Arkasenio Camron.