Dipaksa Melayani

1100 Kata

"Nad? Kamu di mana?" panggil Rifky sambil melepaskan kancing kemejanya itu, ia tersenyum menang saat ia melihat Nadlyne yang baru saja keluar dari tempat persembunyiannya itu yaitu di dalam lemari. "Aku harus pulang sekarang juga," ucap Nadlyne dengan nada sinisnya itu. "Ngapain pulang, Sayang? Kita kan harusnya bersenang-senang sampai pagi," balas Rifky. Nadlyne mendelik marah pada Rifky, ia benar-benar tak terima karena bocah itu sudah sangat menginjak-injak harga dirinya. "Minggir!" bentak Nadlyne saat Rifky menghalangi jalannya. "Kamu mau ke mana hm? Aku ini masih pengen dilayani kamu," ucap Rifky sambil mencoba untuk memeluk Nadlyne. "Kamu jangan macem-macem ya! Aku muak sama kamu, Rifky!" bentak Nadlyne sambil menjauh dari Rifky. "Muak gimana? Tapi tadi kamu juga minta lebih k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN