The Secret

3124 Kata

Iren mengulum bibir ke dalam, kelopak matanya bergerak tidak tenang. Kedua tangannya masih memukul-mukul pahanya canggung sembari sesekali mengembuskan napasnya kasar. Ia mencuatkan bibir merasa kikuk karena sedari tadi, sosok jangkung yang sedang mengendarai motor ini masih enggan membuka mulut. Terlalu fokus pada jalanan, sampai keberadaan Iren di belakangnya diabaikan. Iren menipiskan bibir, berdehem kuat membuat pemuda di depannya itu sekilas meliriknya pada spion motor. "Langitnya cerah ya," kata Iren berusaha membuka suara dengan mendongak menatap langit di atas sana. "Gelap gitu," balas Maliq seadanya membuat Iren mendecih kecil, lalu kembali tersenyum manis. Tidak menyerah sama sekali untuk mengajak pemuda itu ngobrol. "Enak ya kalau malam-malam begini makan martabak manis, teru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN