Metta Aletta mengerjap polos dengan masih menatap bingung tiga orang di hadapannya yang juga tidak kalah bingung darinya. Apalagi pemuda di sampingnya sekarang masih enggan mengalihkan pandangannya, wajahnya antara kebingungan, sedih, kecewa dan marah menjadi satu. Pasalnya perempuan yang ia kenali sebagai tunangannya sekarang sama sekali tidak mengenalinya. Bahkan, menyebut pria lain sebagai suaminya. "Sebentar, jadi kamu bilang kalau kamu itu bukan Acha? Bukan tunangan aku, begitu?" Tanyanya berusaha tenang, Metta menganggukan kepalanya membenarkan dengan melirik ke arah sepasang suami istri yang menatapnya sendu. "Bentar, bentar ... kalau kamu beneran bukan Acha, terus kamu siapa? Dan Achanya mana, kamu gak lagi becanda kan, sayang?" "Tolong jangan panggil saya dengan sebutan sayang

