Bagas melengos kasar, memandangi Bintang dan Sena yang makin heboh main catur. Sama sekali tidak menganggap keberadaan Bagas di sana. Cowok itu seperti makhluk tak kasat mata kini. "Ajak gue juga dong main caturnya. Jangan cuma asik main berdua," gerutu Bagas membuat Sena mendelik. "Kan emang cuma bisa dimainin sama dua orang. Beda ceritanya kalau mau main kelereng, bisa tiga orang bahkan lebih." Jelas Sena random, mendadak menyebut permainan kelereng yang membuat Bagas tak paham dengan cara kerja otak gadis itu. Bintang sekilas melirik Bagas, jadi merasa kasihan juga melihat cowok itu seperti kesepian. Dimana-mana dia akan terlihat menyedihkan. Karena sekarang cuma Bagas yang tak punya pasangan. "Habis ini Kak Bagas gantiin gue aja," ujar Bintang mengalah, Bagas sontak tersenyum lebar

