Sena masih mematung di tempatnya dengan menatap sosok Metta yang masih tersenyum manis ke arahnya seakan tidak terjadi apa-apa. Bahkan, kakanya itu malah menyelonong masuk ke dalam rumah dengan menggandeng lengan Sena erat. Sena yang masih shock dengan penglihatannya hanya pasrah saja dengan mengekori sang kakak yang sudah duduk di sofa panjang sembari mengedarkan pandangannya dengan tatapan sayunya. "Rumah mendadak sepi ya?" Ujarnya dengan tersenyum lembut, Sena mengangguk saja dengan mulutnya yang terkuci rapat. Belum bisa mempercayai penglihatannya yang tak masuk akal itu. Bagaimana bisa seseorang yang baru saja dimakamkan ada bersamanya dan malah duduk mengobrol begini. Sepertinya Sena benar-benar gila sekarang, atau ia hanya sedang bermimpi sekarang. Gadis itu masih menganga kecil

