Arseno mengerjap-ngerjapkan matanya sembari menguap kecil, ia menolehkan kepala ke sebelahnya masih Adam di sana yang terlelap dengan memeluk guling erat. Arseno tersenyum lembut, beranjak duduk dengan menjulurkan tangannya mengusap rambut Adam pelan. Ia merapikan selimut sang anak yang sudah merosot sampai ke kaki. Ia pun melangkah turun dari kasur, berjalan ke arah jendela dengan menyempatkan menyingkap hordeng di depannya. Di depannya terbentang luas pemandangan malam yang luar biasa. Seperti melihat bintang di malam hari, karena larut malam semua lampu dinyalakan dan kini terlihat seperti titik-titik bintang yang ada di langit sana. Karena letak kamar hotel mereka di lantai paling atas, jadi ia bisa menikmati pemandangan menakjubkan itu. Arseno pun kembali menarik hordeng, menutup j

