The Real Papa

1501 Kata

Pemuda jangkung itu memarkirkan motor besarnya ke garasi sembari melepas helm miliknya dan menyampirkannya pada spion motor. Ia berjalan ke arah halaman rumah dengan menaikan alisnya tinggi merasa melihat bayangan putih di depan gerbang rumahnya. Ia pun melangkah ke depan sana menghampiri bayangan yang dilihatnya tadi. Ia melongokan kepala lalu mengernyitkan dahi bingung, sama sekali tidak menemukan siapa-siapa di sana. "Apa setan?" Gumamnya tak acuh lalu kembali berbalik dengan santainya. Pemuda yang tidak lain adalah Maliq itu sudah melangkah masuk ke dalam rumah dengan menyempatkan mengunci pintu masuk rapat. Ia berjalan ke arah ruang tamu dan langsung tersenyum samar melihat omanya di sana yang sedang duduk bersama adiknya, Giorgino. "Kamu sudah makan, nak?" Tanya omanya sudah bera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN