Iren menyebrang jalan dengan berlari kecil, masih dengan pakaian kerjanya perempuan itu berbelok ke arah kafe di depan rumah sakit. Kebiasaannya setiap jam makan siang selalu ke sana sekedar untuk minum kopi atau duduk menenangkan pikiran. Karena mengurus pasien sangat menguras tenaga dan pikirannya. Perempuan itu sudah melangkah masuk ke dalam kafe dengan sekilas mengedarkan pandangannya ke sekitar melihat beberapa pelanggan sudah mengisi meja kosong. Di konter kasir pun ada yang sudah mengantri dan juga menunggu pesanan untuk di bawa pulang. Iren pun berjalan mendekat, ikut mengantri bersama orang-orang di sana. Ia menghela napas samar merasa tenggorokannya sudah kering, tangannya pun menyentuh lehernya segera ingin menenggak minuman dingin sekarang. Ia tersentak kecil saat sesuatu yan

