Tegang

1074 Kata

Bintang berulang kali menghela napasnya gusar dengan memandangi orang-orang di depannya yang masih kompak tidak bergeming. Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing sampai Bintang merasa jengah sendiri. Apalagi Sena di sebelahnya yang sedari tadi tidak hent-hentinya mengepalkan tangannya erat. Sudah emosi karena harus melihat sosok yang selama ini masuk di dalam black listnya. Datang tanpa diundang dan masih bisa tersenyuma menatapnya seakan selama ini tidak meninggalkan luka untuk Sena. Kalau bukan karena ia memandang dari segi umur dan takut durhaka, mungkin Sena sudah menghajarnya sampai amarahnya mereda. Bintang pun berinisiatif untuk mengabari seseorang yang bisa mencairkan suasana yang mencekam ini. Cowok itu pun merunduk pada ponselnya lalu mengetikan pesan dan mengirimkannya pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN