“Sudahlah Elina jangan cemberut seperti itu. Baru ditinggal sebentar saja kamu sudah marah,” kata Kaila berusaha membujuk Elina untuk tersenyum. Sejak menginjakkan kaki di lantai rumah ini Elina menjadi aneh, lebih pendiam dan bad mood. Ervin meninggalkannya di rumah Tristan dengan alasan dia belum mandi. Bukankah Elina sudah beberapa kali menunggu Ervin sampai selesai bekerja. Tangan Elina terus meremas bonekanya sampai ia tidak sadar telah merusak bonekanya sendiri. “El, kasihan bonekanya kamu siksa,” ujar Kaila membuat Elina sadar. “Kenapa rusak?” Elina memperbaiki lagi tangan bonekanya yang hampir putus. “Kamu sendiri yang gigit terus cabik-cabik.” Kaila beranjak dari kasur lalu membuka lemari pakaian Elina. Tumpukan gaun yang kini tidak pernah dipakai Elina semenjak ia menika

