Ervin tidak henti mundar-mandir di depan pintu depan. Saat bangun tadi ia teringat akan Elina yang pamit pergi. Ervin menyesal telah memberikan Elina izin. Sampai pukul delapan malam gadis itu belum juga pulang. Beberapa kali pesan singkat yang Ervin kirim pun tidak ada tanggapan. Ia mulai menduga kalau Elina pergi bersama teman-temannya termasuk Varen. Ervin mencoba menenangkan hati dan pikirannya. Ia berusaha sabar menunggu kepulangan Elina.Sampai akhirnya terdengar seorang gadis menyanyi dari kejauhan dan muncullah Elina membawa puluhan paper bag di tangannya. Gadis itu terlihat senang. Wajahnya berseri-seri seperti habis mendapatkan jackpot. Ervin melipat tangannya di depan d**a berlagak seperti suami galak yang memergoki istrinya pulang tengah malam. Ervin berdeham membuat Elina be

