Sebelum Ervin berangkat kerja Elina memintanya untuk diantar ke rumah Tristan. Elina beralasan bosan di rumah dan ingin mengunjungi keluarganya. Ervin tidak keberatan karena ia akan pulang malam bahkan ia sedikit khawatir kalau meninggalkan Elina di rumah sendirian. “Kalau kamu pulang minta supir yang antar, ya. Jangan pulang sendiri,” kata Ervin membuat Elina mengangguk. Ervin membuka helm yang Elina pakai lalu menghidupkan mesin motor. “Hati-hati di jalan. Jangan ngebut.” Elina melambaikan tangannya pada Ervin. Elina bergegas masuk setelah Ervin pergi. Ia sudah siap untuk bekerja pada mamanya. Pekerjaan Elina tidaklah berat bahkan terasa tidak bekerja sama sekali. Dia hanya menemani Kaila jalan-jalan atau sekadar menghabiskan waktu berdua. Terkadang Elina memaksa untuk membantu mem

