Sahabat

1893 Kata

Rasa pegal dan lelah membuat Ervin sedikit tidak bersemangat. Ia tahu tubuhnya membutuhkan istirahat yang cukup. Dengan lemas Ervin keluar dari restaurant bersama teman-temannya. Mereka berpisah di parkiran menuju rumah masing-masing. Ervin memacu pelan sepeda motornya untuk sampai di rumah. Lagi. Elina tidak menunggunya di depan rumah. Ervin bergegas masuk ke rumah dan melihat Elina tertidur di meja makan untuk kedua kalinya. Ervin rasa Elina sangat kelelahan sampai-sampai Ervin duduk di sampingnya pun ia tidak bangun. Seporsi spageti tersaji di atas piring lalu Ervin pun membangunkan Elina. Gadis itu mengerang lalu membuka matanya. “Kamu sudah makan?” Elina mengangguk dengan mata yang setengah terbuka. “Aku capek mau tidur.” Elina pergi meninggalkan Ervin sendiri di meja makan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN