Pulang dari kampus Ervin langsung ke tempat kerja seperti biasa. Walau bertemu dengan teman-teman yang seru namun pikirannya tidak pernah lepas dari Elina. Tidak ada pesan atau telepon dari Elina dan itu membuat Ervin kesal. Elina jika tidak dihubungi tidak akan memberi kabar. Bahkan untuk bertanya kamu di mana pun tidak pernah. Ervin rasa dia dan Elina adalah pasangan yang tidak romantis sedunia. Saat shift Ervin berakhir Naura datang ke tempatnya. Mata gadis itu sedikit sembab dan bengkak. Ervin jadi iba melihatnya. “Kamu baik-baik saja?” tanya Ervin pada Naura yang masih berada di depan pintu. “Aku boleh bicara sama Kak Ervin?” Ervin menatap sekitarnya lalu mengangguk. Meja kosong yang ada di pojok belakang menjadi pilihan untuk mereka bicara setidaknya teman-teman Ervin tidak b

