Pilihan

1686 Kata

Naura berhasil menyusul Varen, menarik tangan pria itu hingga berbalik menatapnya. Pipi Varen memerah, terlihat jelas telapak tangan Elina membekas di kulit putih mulusnya. “Apa yang sedang kamu rencanakan Varen?” tanya Naura. Tidak biasanya Varen ingin bermain voli kalau buka dengan teman-teman klubnya. Varen sedikit aneh hari ini dan Naura terlalu memahaminya. “Tidak apa, aku ingin mencari hiburan,” ucap Varen. “Apa ada hubungannya dengan Elina?” Varen menatap Naura, tapi segera memalingkan wajahnya. “Aku hanya ingin terlihat keren di depan Elina. Hanya itu.” Naura tersenyum hambar. Lagi-lagi hatinya terasa sakit mendengar jawaban Varen. Pria itu sangat mencintai Elina dan bahkan sampai melakukan hal nekat seperti tadi. Naura berusaha menenangkan perasaannya. Ini bukan sekali ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN