Dengan seluruh keyakinan yang teguh Ervin mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko perlengkapan wanita. Semua karyawan menatapnya tanpa kedip. Ervin berjalan gagah menuju rak bra dan bikini. Ervin mulai kebingungan melihat banyaknya bra dari berbagai ukuran dan model. Wanita selalu rumit, pikir Ervin. “Selamat siang, Mas, mau cari apa ya?” sapa seorang pelayan toko. “Itu bisa pilihkan benda itu?” Ervin menunjuk pada rak dalaman wanita. “Ukuran berapa Mas?” “Eh? Ada ukurannya juga? Ribet banget.” “Kan beda-beda Mas? Gak mungkin sama. Emang buat siapa, Mas?” “Buat istri saya.” Ervin berpikir sebentar. Sejujurnya ia tidak tahu berapa ukuran milik Elina. Jangankan ukuran lihat saja tidak pernah. Pelayan toko itu menatap Ervin dari atas sampai bawah. “Kami punya barang baru mu

