Putus

1860 Kata

Keesokan harinya Ervin membuat bekal lagi untuk Elina, kali ini ia bangun lebih pagi untuk menyiapkan nasi goreng kesukaan Elina. Bisa dibilang Elina adalah penggemar nasi goreng buatannya apa lagi dengan ayam goreng dan telor dadar yang dipotong kecil. Ervin bahkan membeli kacang polong untuk mempercantik nasi gorengnya. Walau pun ia harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk makan siang istimewa untuk Elina. “Wih… kayaknya enak El,” ujar Hendra sembari menelan liurnya. Varen, Naura dan Gina hanya bisa terdiam melihat bekal makanan yang dibawa Elina. Baru saja Elina membuka tutupnya aroma harum nasi goreng sudah tercium. Elina menggigit bibir bawahnya tidak sabar untuk menyantap nasi goreng buatan Ervin. Di seberang mejanya terlihat Ervin makan dengan lahap bekal yang ia bawa. Elina ters

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN