Sabtu Malam

1544 Kata

“Papi papi!!!” Gio memekik keras, lalu menerjang kaki Gama yang baru keluar dari mobilnya. Memeluknya erat hingga dihadiahi kekehan kecil oleh lelaki itu. “Iya… apa jagoan papi?” Setelah menutup pintu Gama jongkok untuk menggendong Gio. Saat itulah Gio sadar mata anak itu sembab, meskipun bibirnya tersenyum binar matanya luntur tidak seperti biasa. “Kangen Papi.” Pelukan hangat di leher Gama dapatkan. “Papi kemana saja sih tidak pernah datang ke rumah? Tidak menjemput Gio juga? Waktu Mama sakit juga Papi tidak datang. Papi kenapa?” Jenara menghela napas panjang mendengat pertanyaan tersebut. Anak itu, tidak pernah bisa menahan diri atas rasa penasarannya. “Maaf hm? Papi juga kangen banget sama Gio. Tapi kemarin Papi sedang memiliki banyak pasien. Ingat kata Papi kalau ada Dokter yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN