“Tapi Ara, kenapa aku merasa Papanya Gio itu bukan cuma mau Gio?” “Maksudmu?” Kening Jenara mengerut. “Ini seperti trik, agar kamu kembali padanya dan berada dalam jangkauannya lagi.” Perkataan Hilda benar-benar mengganggu. Mendadak ia memikirkan ini itu dan mulai menduga banyak hal terkait dengan ucapan Hilda. Namun setelah mengingat kejadian masa lalu, dan perkataan Jeremy yang terlihat begitu membencinya, pikiran itu seketika hilang kembali. Ia tidak mau memikirkannya, ia takut terlalu percaya diri dan justru ia terbawa perasaan sementara Jeremy tak ada perasaan apapun untuknya. Akan tetapi entah mengapa perkataan Hilda kembali mengganggu ketika Jeremy mulai intens menghubunginya, membuatnya tanpa sadar bertukar kabar meskipun hanya membahas seputar Gio. Hari pertama Jeremy pergi

