Malam setelah makan malam seperti biasa Jenara akan menemani Gio mengerjakan pekerjaan rumah, hanya duduk di belakang memperhatikan dan sesekali menanggapi ocehan kecilnya. Setelah mengerjakan tugas, aktivitas terbarunya adalah menghubungi Jeremy lalu membiarkan anaknya mengobrol dengan lelaki itu sebelum kemudian pergi ke atas ranjang, tidur. Empat hari berlalu sejak kesepakatan itu mereka lakukan, ternyata tidak ada perubahan yang berarti. Selain ia harus merelakan waktu selama tiga puluh menit sampai satu jam untuk Jeremy berbicara dengan Gio, sisanya? Biasa saja. Sesekali memang ia bertujar kabar, tapi itu hanya tentang Gio. “Gio tidak mau dibantu Mama?” “Tidak peru Ma. Sudah mau selesai kok. Sisa satu baris lagi. Nah! Selesai! Yey!” Jenara terkekeh kecil melihat tingkah sang putr

