Jeremy pikir ia bodoh hah? Tidak ia tidak sebodoh itu untuk masuk ke dalam jebakannya. Ia tahu lelaki itu pasti menjebak, dia pasti sengaja ingin ia terusir agar bisa mengikuti keinginannya. Ia tahu betul akal bulus lelaki itu. Dia penguasa, sejak kecil sudah berkuasa, ia yakin dalam pikirannya itu hanya ingin menguasai mereka—menguasainya dan Gio. Insting penguasanya pasti terluka karena sejak pertemuan mereka Jeremy tak bisa menguasainya, tak bisa membuatnya patuh. Sampai lelaki itu harus melakukan hal sejauh ini untuk membuatnya takluk. Lelaki itu dengan semua akal bulusnya tentu akan menggunakan segala cara agar ia takluk dan mau mengalah. Termasuk dengan mengusirnya begini. Akan tetapi Jenara yakin. Penggusuran ini pasti hanya akal-akalan lelaki itu saja. Ia yakin itu. “Mama… Mama

