Jenara tak mengerti, bukankah seharusnya ia yang marah atas tindakan Jeremy? Seharusnya ia yang bersikap dingin, seharusnya ia yang mengabaikan lelaki itu. Kenapa justru sekarang dia yang terlihat lebih marah? Lebih dingin dan mengabaikannya seolah ia makhluk tak kasat mata? Dia bahkan belum meminta maaf pada Gio, dia belum menunjukkan itikad baiknya untuk berbaikan dengan Gio. Tapi sekarang dia malah lebih arogan, lelaki itu lebih angkuh lagi dari yang pernah ia kenal. “Lihat saja, siapa yang akan memohon ingin bersama Gio lagi. Siapa yang harus menurunkan ego dan harga diri demi Gio! Kupastikan kau yang harus melakukannya Jeremy.” Desis Jenara. Langkah kakinya menghentak kecil, kedua tangannya terkepal erat. Demi Tuhan, Jeremy ini sebenarnya makhluk apa? Kalau manusia… Bagaimana bisa

