Di keheningan malam, sesosok laki-laki terlihat berjalan perlahan mendatangi seorang perempuan yang tertidur pulas. Ia tersenyum tulus melihatnya. Pelan tapi pasti, tanpa terasa sosok itu mendekat. Ikut masuk ke dalam selimut dan tidur memeluk sang perempuan. Sosok itu, Samuel tersenyum saat merasa Ayana membalas pelukannya, bahkan kini berbalik menenggelamkan diri dalam dekapannya. Samuel memberikan satu kecupan di bibir, "Aku merindukanmu, Ay." Baru satu hari tak bertemu Samuel sudah serindu ini. Bagaimana kalau mereka sampai berpisah jauh. Ada untungnya Ayana tertidur lelap dan susah dibangunkan. Ia bahkan tidak sadar kalau Samuel ada di sampingnya sekarang. "Aku ingin marah karena kamu tidak mendengar penjelasanku. Tapi aku tidak bisa." "Bersabarlah sebentar, Ay. Tidak akan ada

