Meninggalakan Ayana sendiri adalah hal berat yang harus Samuel lakukan. Entahlah, ia merasakan firasat buruk. Ingin menghampiri Ayana, tapi Samuel takut gadis itu semakin marah. Samuel ingat satu hal, dengan cepat meraih ponselnya, mengecek di mana posisi Ayana. Samuel tersenyum saat GPS di hp-nya menunjukkan Ayana ada di apartemennya sendiri. Tidak percuma ia menanamkan GPS di dalam cincin yang ia berikan semalam. Dulu ia pernah memasang langsung di ponsel Ayana, tapi gadis itu mengetahuinya. Ayana marah, langsung menonaktifkan seketika. Tapi, bukan Samuel namanya kalau tidak cerdik. Jika dalam bentuk lain pasti Ayana tidak akan menyadarinya. Terbukti sekarang, GPS itu berfungsi. Untungnya juga cincin itu tidak dilepas. Harusnya ia bisa lebih tenang, Ayana baik-baik saja. Sekarang ia

