Ayana terperanjat bangun seketika, napasnya terengah ingat yang baru saja terjadi. Hingga mengejutkan Samuel yang duduk di sampingnya. "Hey, tenang. Semua baik-baik saja." Samuel mengelus lengan Ayana. Beruntung tidak ada luka lain selain bekas tamparan dan cekikan itu. Tapi tetap saja Samuel rasanya tidak terima. Mendengar suara Samuel menurunkan kecemasan Ayana, ia menenggelamkan diri dalam pelukan Samuel, bayangan kelakuan Kevin masih teriang di otaknya. Sungguh, ia tak menyangka laki-laki dengan dua dimple di pipi itu ternyata b******k. Harusnya ia percaya kata-kata Samuel. Coba saja ia menjauh pasti tidak akan ada kejadian seperti ini. Beberapa saat akhirnya pelukan itu terlepas, Samuel mengelus pipi Ayana lembut. Ia menyematkan satu kecupan di sudut bibir Ayana yang terluka, "Ce

