Dahi Samuel mengernyit merasakan ranjang di sebelahnya kosong, ia meraba lagi tapi tetap sama. Membuka mata, dihadapannya tidak ada Ayana yang semalam tidur. Ia meraba sekali lagi, dingin. Berarti sudah lama Ayana bangun. Ia bangkit bangun, sepertinya masih sekitar jam enam pagi. Tidak biasanya Ayana bangun sepagi ini. Ia berniat mengambil ponselnya untuk melihat jam, namun matanya malah menatap sesuatu yang lain. Turun dari ranjang Samuel menghampiri meja nakas, ia mengambil cincin yang kemarin malam masih terpasang di jari manis Ayana. Bibirnya menipis saat sadar satu hal. Ayana pergi, meninggalkannya dan tak mau keberadaannya diketahui. Bibirnya tersenyum miring, jika mau Ayana seperti ini baiklah. Samuel akan memberikannya waktu, tapi kita lihat seberapa sabar dirinya menunggu. Tap

