Pergi dari Samuel tidak semudah yang Ayana kira, bukan hanya karena pesan beruntun ataupun telepon setiap jam dari laki-laki itu, tapi juga karena ia sendiri yang tidak berusaha mengenyahkan Samuel dari pikirannya. Raganya di sini, tapi pikirannya entah kemana. Sering mengira-ngira apakah Samuel mencarinya. Apakah Samuel panik waktu tahu ia pergi. Atau malah bahagia. Tapi pesan dari Samuel seakan mengatakan dia mencarinya. Baru tiga hari rasanya aneh tidak bertemu Smuel, atau mungkin karena terbiasa melihat wajahnya setiap bangun tidur. Mau kembali kuliah, Ayana tidak mau jika terus dibully. Apalagi perbuatan Kevin masih teringang jelas dipikiran. Ayana tidak mengatakan itu pada orang tuanya karena ia takut mereka akan curiga dan mencari tahu semuanya lalu terbongkar. Jangan sekarang,

