Sejak datang ke kampus, Ayana merasa ada yang aneh. Beberapa orang memandang sinis ke arahnya. Ada juga yang berbisik-bisik membicarakannya. Firasat Ayana tidak enak sekarang. Ia memilih abai, mempercepat laju jalannya menuju kelas. Seorang perempuan, teman sekelas ada di depannya, Ayana tersenyum menyapa. Bukannya balik tersenyum temannya itu malah menyingkir, menjauh dari Ayana lalu membersihkan baju seolah ada noda yang menempel. "Jauh-jauh deh dari gue, nanti pacar gue lo embat juga," ucap gadis itu sinis. Senyum Ayana menghilang, "Maksudnya?" "Gak usah sok polos, semua orang udah tahu kelakuan lo yang ngerebut pacar Nadin. Dasar gak tahu malu!" Gadis itu berlalu pergi meninggalkan Ayana yang terpekur di tempat. Otaknya masih memproses segalanya. Jangan bilang hubungan tanpa sta

